Jakarta, 1 Agustus 2026 — Bentara Campus melalui LPK Bintang Edukasi Medika bekerja sama dengan Politeknik Bentara Citra Bangsa menyelenggarakan Webinar Nasional “Mendengar Suara yang Tak Terucap: Penerapan Teknologi Asistif dalam Menjembatani Dunia Anak dengan Kemampuan Verbal Terbatas” pada Sabtu, 1 Agustus 2026 secara daring melalui Zoom.
Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang yang membahas komunikasi, teknologi asistif, kesehatan mental, serta pendekatan yang dapat mendukung anak dengan hambatan komunikasi. Salah satu materi dalam webinar disampaikan oleh Joirez Gracia Nayoan, MSLP, melalui topik “Empowering Communication through Assistive Technology.” Materi tersebut membahas pentingnya komunikasi fungsional dengan menggunakan Assistive Technology (AT) dan Augmentative and Alternative Communication (AAC) bagi individu dengan Complex Communication Needs (CCN).
Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami bahwa komunikasi tidak hanya dilakukan melalui kemampuan berbicara. AAC dapat digunakan untuk melengkapi keterbatasan bicara maupun menjadi alternatif ketika kemampuan bicara mengalami keterbatasan.
Pembahasan juga memperkenalkan berbagai bentuk alat komunikasi multimodal sebagai bagian dari teknologi asistif. Cboard turut diperkenalkan dalam rangkaian materi sebagai salah satu contoh AAC tool, dengan rujukan menuju platform Cboard pada bagian akhir materi.
Selain aspek teknologi asistif, webinar turut membahas hubungan antara hambatan komunikasi dan kondisi emosional anak. Materi “Ketika Kata-Kata Tidak Cukup: Memahami Emosi dan Kesehatan Mental Anak dengan Hambatan Komunikasi” yang disampaikan oleh Naomi Athina, M.Psi., Psikolog, mengajak peserta memahami bahwa anak dengan hambatan komunikasi tetap memiliki emosi, serta dapat mengalami tantangan dalam mengenali, mengekspresikan, dan meregulasi emosinya. Materi tersebut juga menyoroti bahwa hambatan komunikasi dapat berkaitan erat dengan kesulitan regulasi emosi. Dalam kondisi ketika anak kesulitan menyampaikan apa yang dirasakan atau dibutuhkannya, respons seperti menangis, berteriak, menarik diri, atau perilaku lainnya dapat menjadi bagian dari cara anak berkomunikasi.
Webinar ini menegaskan pentingnya melihat komunikasi secara lebih luas. Ketiadaan kemampuan verbal bukan berarti ketiadaan emosi maupun keinginan untuk berkomunikasi. Karena itu, dukungan teknologi asistif, pemahaman terhadap kondisi emosional, serta kolaborasi lintas bidang menjadi bagian penting dalam memberikan pendampingan yang optimal bagi anak dengan hambatan komunikasi.
Melalui kegiatan ini, Bentara Campus berharap peserta dapat memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai pentingnya menciptakan akses komunikasi yang fungsional dan inklusif, sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa komunikasi bukan hanya tentang berbicara, tetapi tentang memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk menyampaikan kebutuhan, pikiran, dan perasaannya.
Informasi lebih lanjut, hubungi kami!