Bentara Campus

✆ 021- 2206 6755    📧 info@bentaracampus.ac.id

Search

Program Studi Pendidikan Inklusi adalah program studi vokasi pertama dan satu-satunya di Indonesia yang membentuk tenaga pendidik dan praktisi yang profesional dan inovatif di bidang layanan pendidikan inklusif. Program ini memberikan pengalaman kuliah yang menarik melalui perpaduan teori dan praktik dalam mengajar dan mendampingi siswa/individu yang memiliki permasalahan belajar di sekolah maupun di luar sekolah. Program ini juga mempelajari materi pedagogi-andragogi layanan pendidikan inklusif serta keterampilan dalam membantu transformasi kognitif dan tingkah laku terutama pada anak/individu berkebutuhan khusus.

Durasi Perkuliahan: 4 tahun
Gelar Akademik: Sarjana Terapan Konseling (S.Tr.Kons)
Pengetahuan & Keterampilan Lulusan (Knowledge & Skills)
  1. Kemampuan menerapkan keterampilan konseling: active listening skill, paraphrasing, client-centered approach dan pendekatan konseling menggunakan creative art
  2. Kemampuan menerapkan praktik pendampingan psikososial dan kegiatan melalui pendekatan bermain, creative art, dan storytelling
  3. Merencanakan pendampingan individu dengan kesulitan, gangguan mental, berkebutuhan khusus dan kondisi rentan (at-risk)
  4. Kemampuan menjalankan proses asesmen, merancang sesi konseling atau program sesuai dengan kebutuhan anak dan individu
  5. Kemampuan mengembangkan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat dalam bidang konseling terapan secara inovatif, holistik dan inklusif
Profil Lulusan
  1. Konselor Terapan
  2. Konselor Anak Pendekatan Bermain (KAPB)
  3. Life coach keterampilan hidup
  4. Peneliti di bidang kesehatan mental dan konseling terapan
Lapangan Pekerjaan

Lulusan program studi Konseling Terapan dapat bekerja di: 

  • Klinik
  • Counselling Center
  • Sekolah
  • Non-Government Organization (NGO)
  • Komunitas
  • Daerah-daerah berisiko (daerah bencana/ konflik/ tertinggal) di berbagai pelosok Indonesia dan belahan dunia.
Proses Pengajaran (Delivery Method)
Problem based and project-based learning (praktik individu dan grup), menggunakan pendekatan multidisiplin, studi kasus, proses pengenalan diri, simulasi (role play), discovery learning approach, riset dan metode pembelajaran kreatif.