Konferensi Pendidikan Inklusi Indonesia 2025: Dua Dekade Pendidikan Bermutu untuk Semua
Jakarta – Konferensi Pendidikan Inklusi Indonesia (KPII) 2025 yang diselenggarakan oleh Politeknik Bentara Citra Bangsa bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Peduli Anak Berkebutuhan Khusus (YPABK) dan Cipta Aliansi Edukasi (CAE), serta didukung oleh Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, telah sukses dilaksanakan pada 8–10 Agustus 2025.
Pelaksanaan konferensi berlangsung selama tiga hari, dengan dua hari pertama (8–9 Agustus) diadakan secara luring di Plaza Insan Berprestasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan hari ketiga (10 Agustus) dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Acara ini diikuti oleh 275 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, seperti guru, kepala sekolah, psikolog, hingga praktisi pendidikan. Tahun ini, konferensi mengusung tema “Dua Dekade Pendidikan Inklusi di Indonesia: Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Acara dibuka oleh Direktur Politeknik Bentara Citra Bangsa, Dr. Ir. Alice Arianto, MBA., Psy.D., CGP., yang menyoroti pentingnya pemahaman Response to Intervention (RTI) dan Individualized Education Program (IEP) sebagai bentuk adaptasi pembelajaran.
Pada hari pertama, keynote speaker Prof. dr. Paula Sterkenburg dari Belanda membuka konferensi dengan memaparkan materi bertema “Building Effective Support Systems in Inclusive Education”. Ia membahas cara membangun sistem dukungan yang efektif untuk pendidikan inklusif. Sesi dilanjutkan dengan panel diskusi yang menghadirkan Meike Anastasia, S.IP., M.Ed. (Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus), Wawan Sofwanudin (Kepala Bidang PAUD, Pendidikan Masyarakat, dan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta), serta Caroline Mathilda, S.Psi., M.Si. (Educational & Pedagogy Specialist). Pada sesi sore, peserta mendapatkan materi dari Adi D. Adinugroho, Ph.D., yang berpengalaman lebih dari 25 tahun di bidang edukasi dan perguruan tinggi, termasuk Clinical Pedagogical & Educational Psychology Services.
Hari kedua diisi dengan beragam kelas workshop yang dipilih langsung oleh peserta. Narasumber pada sesi ini meliputi Martha Sonya Kusumadewi, S.Psi., M.Ed., St., (Certified Educational Therapist), Joirez Gracia Nayoan, MSLP, Nouf Zahrah Anastasia, S.Psi., M.Pd., serta Hersinta, Ph.D.
Hari ketiga yang dilaksanakan secara daring menghadirkan Dr. Dante Rigmalia, M.Pd. (Ketua Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia), Song Jia, M.Ed. (Head Special Education Teacher, City Office of Education, South Korea), serta Mr. Roy (Senior Lecturer, Department of Health and Physical Education, The Education University of Hong Kong).
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Banyak dari mereka berharap konferensi ini dapat diadakan setiap tahun sebagai wadah berbagi ilmu, memperluas jaringan, dan memperkuat praktik pendidikan inklusi di Indonesia.
Politeknik Bentara Citra Bangsa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini, termasuk para sponsor: PELINDO, Ranjani, Sorex, Sekolah Murid Merdeka, k3Mart, dan Crystalin.
Informasi lebih lanjut, hubungi kami!