Bentara Campus

✆ 021- 2206 6755    📧 info@bentaracampus.ac.id

Search

Bunda Literasi Patengan Belajar Bercerita Kreatif dari Dosen Bentara Campus

Bandung, 12–13 September 2025 — Dosen Bentara Campus, bapak Wahyu Dwi Deniawan, S.Pd., M.Si, ikut ambil peran dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kolaborasi Ke-6 di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung yang dipelopori oleh LPPM Universitas Persada Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dari berbagai universitas di Indonesia. Fokusnya adalah memperkuat peran sepuluh kelompok masyarakat Desa Patengan, mulai dari ibu-ibu PKK, pelaku UMKM, pokdarwis (kelompok sadar wisata), pengelola homestay, guru, kader posyandu, Karang Taruna dan penglola perpustakaan.

PKM Kolaborasi ke-6 dibagi menjadi 19 kelompok dan bapak Wahyu mendapatkan kesempatan bergabung di kelompok 10 fokus pada penguatan literasi dan minat baca anak pada pengelola perpustakaan dan Taman Baca. Tim dari kelompok 10 bersepakat  membuat program Workshop Bercerita Kreatif dengan peserta dari bunda literasi yang mengelola Pojok Baca atau Taman Baca dan Perpustakaan Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

.

Tema yang diusung Adalah Bunda Literasi Hebat: Kreatif Bercerita di Pojok Baca”. Dalam kesempatan tersebut, Pak Wahyu menyampaikan materi mengenai pentingnya bercerita untuk menumbuhkan minat baca anak. Beliau juga menekankan unsur-unsur penting dalam bercerita, seperti intonasi, ekspresi, kontak mata, serta penggunaan alat peraga. Tidak hanya teori, Pak Wahyu memberikan contoh cerita sederhana yang bisa langsung dipraktikkan di pojok baca. Satu peserta Bunda Literasi sempat berkata bahwa baru kali ini dia mendapatkan pelatihan yang seperti ini, menyenangkan dan bermanfaat. Berharap ada pelatihan seperti ini di kesempatan berikutnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan bunda literasi di Desa patengan dapat terinspirasi untuk terus memberikan kegiatan bercerita di pojok baca masing-masing. Melalui kegiatan bercerita dapat menumbuhkan minat membaca bagi anak-anak. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antar perguruan tinggi mampu menjangkau masyarakat dengan lebih efektif dan terstruktur. Desa Wisata Patengan pun menjadi contoh bahwa perubahan besar bisa berawal dari desa, ketika perguruan tinggi bersatu untuk mengabdi dan memberi inspirasi.