Jakarta – Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026. Data BNPB mencatat 156 orang meninggal dunia, 1.620 orang luka-luka, dan 106.703 rumah rusak di tujuh kabupaten. Berdasarkan dashboard BNPB per 25 September 2026, sebanyak 261.602 siswa dari 2.147 sekolah terdampak, dan 8.353 ruang kelas (63 persen) rusak. Gempa susulan yang terus terjadi memperparah tanda-tanda trauma dan gangguan psikososial pada anak-anak maupun orang dewasa. Gangguan psikososial pada anak anak dan dewasa dengan gempa susulan yang terus terjadi.
Politeknik Bentara Citra Bangsa (Bentara Campus) mengirim tim dukungan psikososial (5 orang) ke Desa Riung, Kec. Cibal, Kab. Manggarai, pada 15-20 Sep 2026 bekerjasama dengan Caritas Manggarai, Rumah Pintar Pelangi Narwastu, Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), dan Bupati Kab. Manggarai. Para terapis bermain (Dr. Alice Arianto, Lily Salim, dan Anggi Narwastu) membantu 156 siswa dan 240 orang tua terdampak di SDK Beanio selama 3 hari melalui kegiatan kreatif dengan lagu, permainan, gambar, dan budaya lokal seperti tarian caci.
Para orang tua juga mengikuti pemahaman mitigasi bencana dalam memahami, mengenali, dan menangani risiko bencana di komunitas/lingkungan mereka, difasilitasi Charles Ham, PhD (Bentara Campsu & IABI). Sesudah mengekspresikan perasaan dan pikiran mereka serta membuat pemetaan risiko kampung dan rencana darurat sederhana dalam mengurangi risiko bencana, peserta menunjukan sikap lebih tenang menghadapi hari esok.
Tim Bentara Campus juga lakukan training of training (TOT) kepada 46 relawan (guru, suster, rohaniwan, dll) untuk bagaimana mendampingi masyarakat terdampak di Kab Manggarai dan Kab Manggarai Timur. Siswa-siswi SLB Karya Murni juga mendapatkan sesi psikososial dan pemahaman mitigasi bencana. Banyak sekolah lain yang masih membutuhkan dukungan psikososial seperti konfirmasi Tim Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Dinas Kesehatan, dan Palang Merah Indonesia dalam diskusi 19 September di Ruteng. Informasi masyarakat memperkirakan ada sekitar 5.000 anak dengan kerentanan disabilitas fisik/mental yang membutuhkan intervensi psikososial dan mitigasi risiko bencana. Proses rehabilitasi psikososial warga Flores di NTT masih panjang, dan membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk membantu saudara-saudara yang masih terus dilanda gempa susulan selagi bertanya bagaimana rumah dan sekolah mereka bisa dibangun kembali.
Informasi Lebih Lanjut: Politeknik Bentara Citra Bangsa, Info Bentara Campus atau 0811-151-8688.
Informasi lebih lanjut, hubungi kami!