Jakarta, 19 September 2026 — Politeknik Bentara Citra Bangsa (Bentara Campus) bersama Metamind dan Perkumpulan Pendidikan Inklusi Indonesia (PPII) menyelenggarakan Mini Conferences & Workshops dengan tema “Transformasi Ekosistem Sekolah Inklusi yang Inovatif: Membangun Pendidikan yang Adaptif, Berdaya, dan Berkelanjutan” pada Sabtu, 19 September 2026.
Bertempat di Kampus Politeknik Bentara Citra Bangsa, Jakarta Pusat, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi pendidik, praktisi, orang tua, mahasiswa, komunitas, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan pendidikan inklusif di Indonesia.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Dr. Alice yang disampaikan secara virtual. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pendidikan inklusi tidak dapat berjalan sebagai tanggung jawab satu pihak saja.
“Pendidikan inklusi yang sesungguhnya bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja, bukan hanya guru di kelas, bukan hanya sekolah, dan bukan hanya orang tua di rumah.”
Menurut Dr. Alice, ekosistem sekolah inklusi yang sehat terbentuk melalui keterhubungan berbagai pihak yang memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik.
“Ekosistem sekolah inklusi yang sehat terbentuk dari jalinan peran yang saling menghidupi antara pendidikan, tenaga ahli, orang tua, komunitas, pemerintah, dan anak itu sendiri.”
Ia juga menjelaskan bahwa transformasi ekosistem sekolah inklusi perlu dipahami sebagai sebuah perubahan yang menyeluruh dan saling terhubung, bukan perubahan yang berjalan secara terpisah.
“Transformasi ekosistem berarti perubahan yang menyeluruh dan saling terhubung, bukan perubahan yang berjalan sendiri-sendiri sebagaimana layaknya unsur-unsur dalam ekosistem alami yang tumbuh dan berkelanjutan.”
Pesan tersebut menjadi landasan penting dalam pelaksanaan Mini Conferences & Workshops, yang menghadirkan berbagai perspektif untuk melihat pendidikan inklusi secara lebih utuh.
Mengangkat tema transformasi ekosistem sekolah inklusi, kegiatan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, praktisi pendidikan, psikolog, ahli bahasa, orang tua anak neurodivergent, hingga profesional di bidang pengembangan organisasi dan keuangan.
Para narasumber yang hadir antara lain Adi D. Adinugroho, Ph.D., Special Education Specialist dan Dosen Bentara Campus Martha Sonya Kusumadewi, S.Psi., M.Ed., Founder & Director of Temenos: Child Development Support Center sekaligus Dosen Bentara Campus; serta Mariani Ng, Coach, Trainer, Consultant, dan Founder of METAMIND Training Coaching Institute.
Hadir pula Deden Mulyadi, M.Psi., Psikolog, Psikolog di Sekolah Islam Cikal Harapan BSD sekaligus Dosen Bentara Campus; Yanti Br Sitepu, S.Pd., M.Hum., ahli bahasa (linguist) dan Dosen Bentara Campus; Hans Ledi, B.Sc., lulusan Disability Studies dari Boston University, USA Ines Handayani, orang tua anak neurodivergent dan pengurus Gifted Community; serta Hany Gungoro, CFA, People & Numbers Specialist dan Business-Financial Mentor.
Keberagaman perspektif tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan inklusi memiliki dimensi yang luas. Upaya membangun lingkungan pendidikan yang inklusif membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi antara sekolah, tenaga ahli, keluarga, komunitas, serta berbagai pihak lainnya.
Melalui sesi conference dan workshop, peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta memperluas wawasan mengenai berbagai aspek dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik.
Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman praktis di lapangan, sehingga pembahasan mengenai pendidikan inklusi tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi dapat dikaitkan dengan tantangan dan kebutuhan nyata dalam lingkungan pendidikan.
Bagi Bentara Campus, kegiatan ini sejalan dengan komitmen untuk menghadirkan ruang belajar yang mempertemukan pendidikan, keahlian profesional, komunitas, dan kebutuhan masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan akademik, seminar, workshop, dan kolaborasi, Bentara Campus terus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang terbuka terhadap keberagaman serta mendukung setiap individu untuk berkembang sesuai potensinya.
Mini Conferences & Workshops ini menjadi pengingat bahwa transformasi pendidikan inklusi membutuhkan proses yang berkelanjutan. Setiap pihak memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem yang mampu mendukung kebutuhan peserta didik secara lebih menyeluruh.
Semangat kolaborasi inilah yang diharapkan dapat terus tumbuh, sehingga pendidikan inklusi tidak hanya menjadi sebuah konsep, tetapi menjadi praktik yang hadir dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari.
Karena pendidikan inklusi bukan tentang siapa yang bertanggung jawab, tetapi tentang bagaimana setiap pihak mengambil peran.
Bentara Campus — Your Calling, Empowered.
Kenali lebih jauh Bentara Campus di 🌐 bentaracampus.ac.id 📷bentaracampus 📲0811 1518 688
Informasi lebih lanjut, hubungi kami!